6 Aspek Nilai Estetis Tari, Pengertian, Konsep dan Cirinya

oleh
6 Aspek Nilai Estetis Tari, Pengertian, Konsep dan Cirinya

Gerakan dalam suatu tarian tentu saja mengandung nilai estetis yang bisa menarik perhatian siapapun yang menyaksikannya. Apa saja hal yang membuat munculnya nilai estetis tari? Pada umumnya nilai estetis pada sebuah tarian bisa dilihat langsung dari gerakan yang diperagakan oleh penari.

Selain gerakan yang dilakukan, tentu masih ada aspek lainnya yang membuat sebuah tarian tampak estetik dan membuat penikmatnya merasa kagum. Beberapa aspek pendukung seperti irama, ruang, waktu, dan tenaga bisa membuat sebuah tarian tampak lebih hidup dengan segala seni keindahannya.

Konsep Nilai Estetis Tari dan Ragamnya

Konsep-Nilai-Estetis-Tari-dan-Ragamnya

Apa yang dimaksud nilai estetis dalam sebuah tarian? Nilai estetis dalam tari merupakan keindahan dalam tarian yang bisa terwujud kemudian mampu membentuk nilai seni. Setiap tarian tentu memiliki nilai estetis sendiri dan penikmatnya pasti memahami bagian manakah yang mengandung nilai keindahan.

Pada umumnya unsur estetis akan muncul berkat adanya tanggapan perasaan dari pengamat. Kira-kira bagaimana nilai estetis terbentuk? Nilai estetis bisa terbentuk karena adanya hubungan antara benda dan alam pikiran pengamat. Nilai estetis pada tarian bergantung pada kebudayaan dalam suatu daerah.

Untuk melihat nilai estetis dalam sebuah tarian, Anda bisa melihatnya dari segi fungsi, tujuan, dan juga latar belakang budayanya. Untuk bisa melihat nilai estetika dalam sebuah tari, Anda bisa mengamati langsung dari beberapa aspek yang akan dijelaskan di bawah ini.

1. Wiraga atau Gerak

Sebuah tarian umumnya identik dengan gerak, sehingga untuk melihat nilai estetika dalam sebuah tarian bisa mengamati gerakan yang disajikan. Gerak yang dimaksud disini berupa gerakan badan meliputi kaki, tangan, kepala, jari tangan, pinggul, alis, perut, leher, dan lainnya.

Intinya wiraga merupakan dasar keterampilan yang harus dimiliki oleh sebuah tarian untuk bisa menyalurkan ekspresi batin kepada penikmatnya. Rasanya aneh kalau pada tarian tidak memiliki gerakan khusus karena inilah yang membedakan seni tari dengan seni lainnya.

2. Wirama atau Irama

Apa fungsi wirama dalam sebuah tarian? Irama umumnya memiliki fungsi sebagai pendukung, pengatur gerak, dan pemberi ungkapan gerak. Tanpa irama, sepertinya tarian akan terasa belum sempurna dan kurang unsur pendukung yang membuat seni didalamnya terasa hidup.

Wirama dalam sebuah tarian hadir untuk mencapai gerakan harmonis. Dalam unsur wirama akan ditemukan pengaturan dinamika seperti tempo tarian, aksen, dan aspek lainnya. Pada umumnya wirama dalam sebuah tarian dibagi menjadi 2 yaitu wirama tandak dan wirama bebas.

Nilai estetis tari berupa wirama tandak merupakan wirama yang sifatnya tetap atau dikenal istilah ajeg dan murni. Wirama tandak akan disesuaikan dengan aksen berulang dan ketukannya teratur, sehingga membuat peraganya tidak mengalami kebingungan.

Peraga bisa langsung bergerak mengikuti ketukan wirama tandak sekali, dua kali (ganda), tiga kali, dan ada juga gerakan sinkop. Sedangkan wirama bebas tidak menggunakan ketukan yang bersifat tetap atau teratur, sehingga sesuai dengan selera peraga ataupun pengiring musik tari.

3. Wirasa atau Ekspresi Penari

Nilai estetis dalam karya seni tari juga berkaitan dengan ekspresi atau raut muka yang diberikan oleh karakter peraga tari. Wirasa juga berhubungan langsung dengan penghayatan gerak yang diberikan oleh peraga sesuai dengan tema tarian yang diangkat saat itu.

Dengan adanya wirasa dalam sebuah tarian, maka akan muncul karakter seperti tegas, gembira, tegas, lembut, dan juga sedih. Karakter tersebut akan dihadirkan dari mimik wajah peraga tari, oleh sebab itu bisa melahirkan keindahan yang bisa dinikmati oleh siapapun penontonnya.

4. Wirupa atau Penampilan

Selain gerakan, irama, dan ekspresi yang diberikan oleh peraganya, ada pula unsur wirupa yang berkaitan langsung dengan penampilan penari dari ujung atas sampai bawah. Penampilan yang dimaksud disini berkaitan dengan busana yang dikenakan, tata rias wajah, dan warna kostum.

Biasanya penampilan penari akan disesuaikan dengan tema misalnya tari jaranan cenderung akan menggunakan kostum warna hitam. Wajahnya akan digambar tegas menggunakan kumis dan alis hitam, kemudian sambil membawa pecutan sebagai ciri khas jaranan.

5. Ruangan yang Digunakan

Dalam nilai estetis tari juga berkaitan dengan ruangan yang digunakan misalnya ruang sempit, ruang sedang, ataupun ruang lapang. Identiknya tarian akan ditampilkan di panggung atau bisa menggunakan ruang teater untuk menghadirkan suasana lebih intim.

Ruang bisa disesuaikan langsung dengan tinggi rendah badan, gerakan tarian, dan lainnya. Ruang sebenarnya hanya bagian pendukung dari munculnya keindahan dalam sebuah tari. Jika ingin penampilan tarian lebih sempurna, maka bisa ciptakan ruang eksotis untuk menambah keindahan.

6. Tenaga Penari

Gerakan dalam sebuah tari umumnya membutuhkan tenaga yang cukup luas misalnya tarian halus hanya membutuhkan tenaga lemah. Namun beberapa jenis tarian lincah pastinya membutuhkan tenaga kuat, sehingga orang lain bisa melihat sisi energik para peraganya.

Jika tarian lincah diperagakan dengan tenaga rendah, maka orang lain tidak akan merasakan feel yang harusnya dirasakan. Sebuah tarian bagus akan terasa kurang tanpa mempertimbangkan tenaga yang diberikan dalam tarian tersebut. Sudah paham mengenai nilai estetis dari tarian?

Bagaimana Ciri-Ciri Tarian Mengandung Nilai Estetis?

Bagaimana-Ciri-Ciri-Tarian-Mengandung-Nilai-Estetis

Setelah memahami nilai estetis tari bisa dilihat dari aspek mana saja, Anda juga perlu memahami ciri sebuah tarian mengandung nilai estetis. Pada umumnya sebuah tarian akan terlihat biasa saja kalau tidak menerapkan beberapa unsur yang sudah dijelaskan lengkap sebelumnya.

1. Tarian Mampu Menyiratkan Sisi Keharmonisan

Jika wiraga, wirama, wirama, dan wirupa disatukan dan dipertimbangkan secara matang akan lebih mudah menghadirkan suasana keharmonisan dalam sebuah tarian. Sayangnya terkadang ada saja kekurangan dalam tampilan tari, sehingga membuat penikmatnya kurang merasakan feel.

Jika Anda ingin semua orang yang melihat tari bisa melihat sisi keharmonisan antara bentuk tari dan isi yang ingin disampaikan, perhatikan beberapa unsur di atas. Tidak memberi sentuhan satu unsur saja dalam sebuah tarian, pasti akan terasa kurang di mata penontonnya.

2. Bisa Menarik Perhatian Penonton

Tarian merupakan sarana pertunjukkan yang mengandung nilai seni tinggi, sehingga bisa menarik perhatian semua orang yang melihatnya. Setiap orang nantinya bisa merasa tertarik dengan kostum yang digunakan penari, tata rias wajah, gerakan, dan lainnya.

Untuk lebih mudah membuat orang melihat nilai estetis tari, maka perlu ada persiapan matang dari koreografer atau peraga tari. Bagian panggung juga perlu diperhatikan untuk membuat penampilan sebuah tarian makin sempurna di mata semua orang yang melihatnya.

3. Penonton Merasa Terhibur

Pada umumnya penonton bisa merasakan tegang, sedih, tertawa, dan terharu tergantung sajian tampilan tari saat berada di panggung. Mereka nantinya bisa merasakan pesan tersirat yang ingin disampaikan dalam tarian, sehingga tanpa sadar akan ikut terhibur dan larut didalamnya.

Pernahkah menyaksikan tari saman dari Provinsi Nagroe Aceh Darussalam? Tarian tersebut pada umumnya diperagakan oleh banyak sekali penari. Dengan gerakan yang senada dan irama yang mendukung, tari sama seolah membius semua penonton yang kagum dengan penampilannya.

Nilai estetis tari bisa terlihat dengan mengamati beberapa aspek penting seperti gerakan, irama, ekspresi penari, dan penampilan tarian. Beberapa aspek pendukung seperti waktu, tenaga, dan ruang juga bisa membuat penampilan sebuah tarian lebih indah dan menghibur semua penontonnya.

Baca Juga: