Tutup
Artikel

Bagaimana Konsekuensi Keputusan Politik Bangsa Indonesia Untuk Membangun Sistem Pemerintahan Yang Tidak Absolut?

×

Bagaimana Konsekuensi Keputusan Politik Bangsa Indonesia Untuk Membangun Sistem Pemerintahan Yang Tidak Absolut?

Sebarkan artikel ini
Domain Java (1)
Domain Java (1)

Indonesia, bangsa yang memiliki berbagai macam budaya dan etnis, telah melalui perjalanan politik yang panjang dan kompleks sejak meraih kemerdekaannya. Salah satu keputusan politik yang mendasar dan penting bagi perkembangan bangsa ini adalah membangun yang tidak absolut. Secara historis, Indonesia memiliki catatan zaman kolonial dimana keputusan politik absolut ditentukan oleh penguasa asing saat itu. Namun, setelah merdeka, Indonesia memilih untuk menerapkan demokrasi, menyajikan alternatif dari absolut. Keputusan ini, tentu saja, menimbulkan berbagai konsekuensi, baik yang positif maupun negatif.

Baca Juga :   Suatu Usaha Pencegahan Penyakit yang Menitikberatkan Kegiatan pada Usaha Kesehatan Lingkungan Hidup Manusia Merupakan Pengertian Dari Apa?

Konsekuensi Positif

Kebebasan dan Partisipasi Politik

Salah satu konsekuensi positif jelas adalah adanya kebebasan berbicara dan berpartisipasi dalam proses politik. Dalam yang tidak absolut, setiap warga negara memiliki hak untuk berpendapat dan membentuk partai politik. Hal ini memungkinkan berbagai suara dan aspirasi rakyat menjadi bagian integral dari pembentukan kebijakan.

Iklan
Baca Juga :   Perjanjian Ekstradisi ASEAN Merupakan Bentuk Kerjasama di Bidang

Daya Tahan terhadap Kesewenang-wenangan

yang tidak absolut juga memberikan daya tahan terhadap kekuatan diktatorial dengan menyeimbangkan kekuatan tak terpusat, dan melalui sistem kontrol dan keseimbangan, mencegah kekuasaan absolut yang bisa dimanifestasikan dalam bentuk tirani.

Konsekuensi Negatif

Tidak Stabil

Meskipun sistem yang tidak absolut seringkali memberikan hak yang lebih besar kepada warga negaranya, sistem ini juga memiliki kelemahannya sendiri. Salah satu konsekuensi negatif yang sering muncul adalah kurangnya stabilitas politik. Dalam sistem demokrasi, di mana pemilihan umum adalah norma, kebijakan dan fokus pemerintah bisa berubah secara dramatis seiring berjalannya waktu dan perubahan .

Baca Juga :   Di Dalam Memindahkan Muatan Sebesar 50 C, Diperlukan Energi Sebesar 10 Joule. Energi Potensialnya Adalah?

Korupsi dan Nepotisme

Selain itu, sistem pemerintahan yang tidak absolut bisa rentan terhadap korupsi dan nepotisme. Kebebasan yang diberikan oleh sistem demokrasi juga dapat dimanfaatkan oleh individu atau kelompok tertentu untuk mewujudkan tujuan pribadi atau kelompok, bukan kepentingan umum.

Kesimpulan

Keputusan politik Indonesia untuk membangun sistem pemerintahan yang tidak absolut telah membawa konsekuensi yang signifikan dan beragam bagi bangsa ini. Sementara beberapa konsekuensi telah mendorong pertumbuhan dan perkembangan, beberapa lainnya telah menjadi tantangan bagi stabilitas dan integritas politik. Namun, kesimpulan utama yang dapat ditarik adalah bahwa sistem demokrasi yang dianut oleh Indonesia telah mengaktualisasikan nilai-nilai kemerdekaan dan partisipasi rakyat, yang menjadi pilar utama bagi bangsa ini sejak mencapai kemerdekaan.

Baca Juga :   Pak Burhan Bekerja di Sebuah Perusahaan yang Bergerak di Bidang Farmasi