4 Cara Mudah untuk Mengecek Apakah Data Pribadi Bocor atau Tidak

4 Cara Mudah untuk Mengecek Apakah Data Pribadi Bocor atau Tidak

4 Cara Mudah untuk Mengecek Apakah Data Pribadi Bocor atau Tidak

Pada UU Perlindungan Data Pribadi alias UU PDP yang memuat 72 pasal dan 15 bab telah membahas mengenai data pribadi. Dalam UU PDP Pasal 3 ayat (1) telah disebutkan bahwa data pribadi terbagi dua, yaitu data pribadi yang bersifat umum serta data pribadi yang bersifat spesifik. Adapun dibawah ini penjelasan secara lengkap mengenai hal apa saja yang masuk kedalam data pribadi;

  • Data Pribadi Bersifat Umum

    Pada UU PDP Pasal 3 ayat (2) dijelaskan bahwa data pribadi yang bersifat umum telah dimaksudkan pada ayat (1) a meliputi:

    • Nama lengkap

    • Jenis kelamin

    • Kewarganegaraan

    • Agama: dan/atau

    • Data pribadi yang telah dikombinasikan untuk mengidentifikasi seseorang


  • Data Pribadi Yang Bersifat Spesifik

    Pada UU PDP Pasal 3 ayat (3) telah menjelaskan bahwa data pribadi yang bersifat spesifik sebagaimana yang dimaksudkan pada ayat (1) b meliputi:

    • Data dan informasi Kesehatan

    • Data biometric

    • Data genetika

    • Kehidupan/orientasi seksual

    • Pandangan politik

    • Catatan kejahatan

    • Data anak

    • Data keuangan pribadi; dan/atau

    • Data lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan undang-undang


Hak Pemilik Data Pribadi

Terdapat 12 hak pemilik data pribadi dalam UU PDP yang dijelaskan pada pasal 4 hingga pasal 14 ayat (2). Berikut dibawah ini 12 hak pemilik data pribadi:

  1. Pemilik data pribadi berhak untuk mendapatkan informasi tentang identitas individu yang diminta, alasan hukum untuk meminta dan menggunakan data pribadi, dan pihak yang bertanggung jawab atas permintaan tersebut.

  2. Sebelum data pribadi diproses oleh Pengendali data pribadi, pemilik data pribadi memiliki hak untuk melengkapinya.

  3. Sesuai dengan peraturan perundang-undangan, pemilik data pribadi berhak mengakses data pribadi.

  4. Perundang-undangan memungkinkan pemilik data pribadi untuk memperbarui dan/atau memperbaiki kesalahan dan/atau ketidakakuratan data.

  5. Individu yang memiliki data pribadi memiliki kewenangan untuk menghentikan pemrosesan, menghapus, dan/atau memusnahkan data tersebut.

  6. Persetujuan pemrosesan data pribadi yang telah diberikan kepada pengendali data pribadi dapat ditarik kembali oleh pemilik data pribadi.

  7. Pemilik data pribadi berhak untuk menentang tindakan pengambilan keputusan yang hanya menggunakan profil yang diproses secara otomatis.



  8. Untuk tujuan tertentu, pemilik data pribadi dapat memilih untuk menggunakan mekanisme pseudonim untuk memproses data pribadi mereka.

  9. Pemilik data pribadi memiliki hak untuk memperlambat atau membatasi pemrosesan data pribadi sesuai dengan tujuan pemrosesan data pribadi.

  10. Sesuai dengan peraturan perundang-undangan, pemilik data pribadi berhak menuntut dan menerima ganti rugi atas pelanggaran data pribadi.

  11. Pemilik data pribadi memiliki hak untuk mendapatkan dan menggunakan data pribadi dari Pengendali Data Pribadi dalam format yang lazim digunakan atau dibaca oleh sistem elektronik atau perangkat keras yang terlibat dalam interoperabilitas sistem elektronik.

  12. Sepanjang sistem dapat berkomunikasi secara aman sesuai dengan prinsip perlindungan data pribadi, pemilik data pribadi berhak menggunakan dan mengirimkan data pribadi mereka ke pengendali data pribadi lainnya.

4 Cara Mudah untuk Mengecek Apakah Data Pribadi Bocor atau Tidak

  1. Cek Kebocoran Data Melalui Google Chrome

    Salah satu metode yang paling mudah adalah dengan menggunakan browser web andalan Anda, Google Chrome. Sekarang, Google telah memasukkan fitur keamanan ke dalam browser Chrome. Google dapat mengetahui apakah password yang Anda masukkan untuk sebuah situs telah tersebar dalam kasus peretasan. Fitur ini juga dapat diakses secara langsung ke situs akun untuk mengganti password.


  2. Cek Kebocoran Data Melalui Laman Avast

    Avast adalah metode yang tidak kalah mudah untuk mengecek kebocoran data pribadi di internet. Situs keamanan lintas platform ini memungkinkan Anda dengan mudah mengecek kebocoran data pribadi di internet. Avast akan memberi tahu Anda berapa kali password email bocor. Avast juga akan memberi tahu Anda saat email Anda bocor saat terhubung dengan situs seperti Gmail dan berbagai layanan e-commerce. Cara sederhana untuk mengecek kebocoran data pribadi di internet dengan Avast adalah sebagai berikut:

    • Kunjungi laman resmi Avest melalui https://www.avast.com/hackcheck/#pc

    • Isi email anda pada kolom yang telah disediakan

    • Tekan “Check Now” dan anda akan menerima hasilnya.

  3. Cek Kebocoran Data Melalui Firefox Monitor

    Pengguna Mozilla Firefox dapat menggunakan situs buatan mereka yang disebut Firefox Monitor untuk melacak kebocoran data pribadi di internet. Prosesnya juga sederhana dengan hanya memasukkan email Anda. Langkah-langkah berikut harus diikuti:

    • Mengunjungi laman resmi monitor.firefox.com atau anda dapat langsung klik link berikut, https://monitor.mozilla.org/

    • Isi email anda kemudian tekan “Check for Breaches”

    • Kemudian nanti akan muncul notifikasi apakah data pribadi anda bocor atau tidak

  4. Cek Kebocoran Data Melalui Laman Periksa Data

    Teguh Aprianto, pendiri komunitas hacker etis, berhasil membuat situs yang dapat mengidentifikasi apakah data seseorang telah bocor. Periksadata.com adalah domain yang menyediakan alat khusus ini. Cara menggunakan Periksa Data untuk memeriksa kebocoran data pribadi di internet adalah sebagai berikut:

    • Kunjungi laman website Periksa Data di periksadata.com atau link https://periksadata.com/

    • Isi alamat email anda di kolom yang tersedia

    • Tekan “Periksa Sekarang” untuk melihat hasilnya.


Cara Pencegahan Agar Data Pribadi Tidak Bocor

Data pribadi merupakan informasi sensitif yang harus dijaga kerahasiaannya. Kebocoran data pribadi dapat menyebabkan berbagai masalah, termasuk pencurian identitas, penipuan, dan berbagai bentuk penyalahgunaan lainnya. Berikut adalah beberapa cara untuk mencegah kebocoran data pribadi:

  1. Gunakan Kata Sandi yang Kuat dan Unik

    Menggunakan kata sandi yang kuat dan unik untuk setiap akun sangat penting. Kata sandi yang baik sebaiknya terdiri dari kombinasi huruf besar dan kecil, angka, dan simbol. Hindari menggunakan kata sandi yang mudah ditebak seperti tanggal lahir atau nama lengkap.

  2. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah (Two-Factor Authentication)

    Verifikasi dua langkah memberikan lapisan keamanan tambahan dengan meminta informasi tambahan selain kata sandi, seperti kode yang dikirim ke ponsel Anda. Ini membuatnya lebih sulit bagi pihak ketiga untuk mengakses akun Anda, bahkan jika mereka mengetahui kata sandi Anda.

  3. Hindari Berbagi Informasi Pribadi Secara Berlebihan

    Berhati-hatilah dengan informasi pribadi yang Anda bagikan di media sosial atau situs web lainnya. Informasi seperti alamat rumah, nomor telepon, atau data keuangan sebaiknya tidak dipublikasikan secara terbuka.

  4. Waspada terhadap Phishing

    Phishing adalah teknik penipuan yang bertujuan untuk mencuri data pribadi dengan menyamar sebagai entitas yang tepercaya. Selalu periksa keaslian email atau pesan yang meminta informasi pribadi dan jangan klik tautan yang mencurigakan.

  5. Enkripsi Data

    Menggunakan enkripsi untuk data sensitif dapat melindungi informasi tersebut dari akses yang tidak sah. Enkripsi mengubah data menjadi format yang hanya dapat dibaca oleh orang yang memiliki kunci enkripsi yang tepat.

  6. Kelola Izin Aplikasi

    Periksa izin yang diminta oleh aplikasi pada perangkat Anda. Jangan berikan akses yang tidak perlu ke informasi pribadi atau fitur perangkat yang sensitif. Batasi izin hanya untuk hal-hal yang benar-benar diperlukan oleh aplikasi tersebut.


Mencegah kebocoran data pribadi memerlukan kombinasi langkah-langkah pencegahan yang mencakup keamanan teknis dan kesadaran pengguna. Dengan mengikuti praktik terbaik ini, Anda dapat mengurangi risiko kebocoran data dan menjaga informasi pribadi Anda tetap aman. Selalu waspada dan terus tingkatkan pengetahuan Anda tentang cara melindungi data pribadi di dunia digital yang terus berkembang ini.

Pos terkait