Jadwal dan Persyaratan Terbaru Penerima Bansos PKH dan BPNT 2024

Jadwal dan Persyaratan Terbaru Penerima Bansos PKH dan BPNT 2024

Jadwal dan Persyaratan Terbaru Penerima Bansos PKH dan BPNT 2024

Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) adalah dua program bantuan sosial yang diselenggarakan oleh pemerintah Indonesia melalui Kementerian Sosial (Kemensos). PKH adalah program yang bertujuan untuk mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan memberikan bantuan tunai kepada keluarga yang memenuhi kriteria tertentu. Keluarga penerima manfaat PKH diharapkan dapat menggunakan dana bantuan ini untuk memenuhi kebutuhan dasar, seperti pendidikan dan kesehatan.

Di sisi lain, BPNT adalah program yang menyediakan bantuan pangan dalam bentuk non-tunai, yang diberikan kepada keluarga miskin untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi mereka. Bantuan ini disalurkan melalui kartu elektronik yang dapat digunakan untuk membeli bahan pangan di e-warong atau warung elektronik yang bekerja sama dengan Kemensos.


Dana Bantuan PKH

Bantuan PKH diberikan dengan nominal yang berbeda-beda, tergantung pada kategori penerima manfaat.

  1. Balita

    Bagi balita berusia 0-6 tahun, bantuan PKH yang diberikan adalah sebesar Rp. 750.000 per tahap atau Rp. 3.000.000 per tahun. Bantuan PKH ini bertujuan untuk membantu orang tua dalam memenuhi kebutuhan dasar anak-anak mereka, seperti nutrisi, kesehatan, dan pendidikan awal.

  2. Ibu Hamil

    Untuk ibu hamil, bantuan PKH yang diberikan juga sebesar Rp. 750.000 per tahap atau Rp. 3.000.000 per tahun. Bantuan PKH ini diharapkan dapat mendukung kesehatan ibu dan janin selama masa kehamilan, termasuk akses ke pemeriksaan kehamilan rutin dan pemenuhan gizi yang memadai.

  3. Sekolah Dasar (SD)

    Siswa sekolah dasar (SD) menerima bantuan PKH sebesar Rp. 225.000 per tahap atau Rp. 900.000 per tahun. Bantuan PKH ini ditujukan untuk meringankan biaya pendidikan dasar, seperti pembelian buku, seragam, dan kebutuhan sekolah lainnya.

  4. Sekolah Menengah Pertama (SMP)

    Sementara itu, siswa sekolah menengah pertama (SMP) mendapatkan bantuan sebesar Rp. 375.000 per tahap atau Rp. 1.500.000 per tahun, yang dapat digunakan untuk keperluan pendidikan yang lebih tinggi seperti biaya les tambahan atau ekstrakurikuler.

  5. Sekolah Menengah Atas (SMA)

    Bagi siswa sekolah menengah atas (SMA), bantuan PKH yang diberikan adalah sebesar Rp. 500.000 per tahap atau Rp. 2.000.000 per tahun. Bantuan PKH ini membantu dalam menutupi biaya pendidikan yang lebih tinggi, termasuk persiapan untuk ujian nasional dan pendaftaran ke perguruan tinggi.


  6. Lansia

    Lansia berusia 70 tahun ke atas mendapatkan bantuan PKH sebesar Rp. 600.000 per tahap atau Rp. 2.400.000 per tahun. Bantuan PKH ini dimaksudkan untuk membantu lansia dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka, termasuk kesehatan dan kesejahteraan sehari-hari.

  7. Disabilitas

    Penyandang disabilitas berat juga menerima bantuan PKH sebesar Rp. 600.000 per tahap atau Rp. 2.400.000 per tahun, yang digunakan untuk mendukung kebutuhan khusus mereka, seperti perawatan medis dan alat bantu mobilitas.

Syarat Menjadi Penerima Bansos 2024

Untuk menjadi penerima Bansos PKH, berikut adalah persyaratan yang harus dipenuhi:

  1. Memiliki e-KTP (Kartu Tanda Penduduk Elektronik) sebagai bukti warga negara Indonesia.

    Penerima harus memiliki e-KTP yang berfungsi sebagai bukti resmi bahwa mereka adalah warga negara Indonesia. Kartu ini tidak hanya menunjukkan identitas tetapi juga memastikan bahwa bantuan yang diberikan tepat sasaran kepada penduduk Indonesia yang membutuhkan.


  2. Termasuk dalam kelompok masyarakat yang membutuhkan bantuan.

    Penerima harus tergolong dalam kelompok masyarakat yang memerlukan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka. Kriteria ini mencakup individu atau keluarga yang berada di bawah garis kemiskinan atau mengalami kesulitan ekonomi yang signifikan.

  3. Tidak tergolong dalam kelompok ASN, Polri, atau TNI

    Penerima tidak boleh merupakan anggota Aparatur Sipil Negara (ASN), kepolisian (Polri), atau militer (TNI). Kriteria ini ditetapkan untuk memastikan bahwa bantuan PKH disalurkan kepada masyarakat yang tidak memiliki pendapatan tetap atau tunjangan dari pemerintah.

  4. Tidak sedang menerima bantuan lain seperti Kartu Prakerja, BLT subsidi gaji, atau BLT UMKM.

    Penerima tidak boleh sedang menerima bantuan sosial lainnya, seperti Kartu Prakerja, BLT subsidi gaji, atau BLT UMKM. Hal ini bertujuan untuk menghindari tumpang tindih bantuan dan memastikan distribusi yang lebih merata kepada masyarakat yang membutuhkan.

  5. Terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dikelola oleh Kementerian Sosial RI.

    Penerima harus terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dikelola oleh Kementerian Sosial RI. DTKS adalah database nasional yang mencakup data masyarakat miskin dan rentan miskin yang digunakan untuk menyalurkan berbagai program bantuan sosial. Terdaftarnya penerima dalam DTKS memastikan bahwa bantuan disalurkan kepada individu atau keluarga yang benar-benar membutuhkan berdasarkan data yang telah diverifikasi.


Jadwal Pencairan PKH 2024

Bantuan PKH disalurkan setiap tahun dalam empat tahap. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, jadwal pencairan bantuan PKH biasanya sebagai berikut:

  • Tahap 1: Januari hingga Maret

  • Tahap 2: April hingga Juni

  • Tahap 3: Juli hingga September

  • Tahap 4: Oktober hingga Desember

Dana Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)

Kementerian Sosial (Kemensos) akan mencairkan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) untuk alokasi bulan Juli hingga September. Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menerima bantuan melalui kartu KKS Merah Putih akan menerima pencairan setiap dua bulan sekali, sedangkan KPM yang menerima bantuan melalui PT Pos akan menerima pencairan setiap tiga bulan sekali. Penerima bantuan BPNT akan mendapatkan uang tunai sebesar Rp200.000 setiap bulan. Bantuan ini akan diberikan dalam enam tahap hingga tahun 2024, dengan penerima mendapat Rp400.000 setiap tahap.

Bentuk bantuan yang diberikan dalam program PKH dan BPNT berbeda, namun keduanya bertujuan untuk memberikan dukungan finansial kepada keluarga yang membutuhkan. PKH memberikan bantuan dalam bentuk uang tunai yang disalurkan secara bertahap sepanjang tahun, yang bisa digunakan oleh keluarga penerima manfaat untuk berbagai kebutuhan, termasuk biaya pendidikan anak-anak, biaya kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya.


Sementara itu, BPNT memberikan bantuan dalam bentuk non-tunai, di mana penerima manfaat menerima kartu elektronik yang berisi saldo tertentu setiap bulannya. Kartu ini dapat digunakan untuk membeli bahan pangan di warung elektronik yang telah ditentukan, sehingga memastikan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Pos terkait