Simak Ketentuan dan Denda yang Diberikan Jika Menunggak Iuran BPJS Kesehatan

Simak Ketentuan dan Denda yang Diberikan Jika Menunggak Iuran BPJS Kesehatan

Simak Ketentuan dan Denda yang Diberikan Jika Menunggak Iuran BPJS Kesehatan

Pada tahun 2024, peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dihadapkan pada ketentuan yang ketat terkait pembayaran iuran BPJS Kesehatan. Muttaqien, Ketua Komisi Pemantauan, Monitoring, dan Evaluasi Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) mengungkapkan bahwa peserta yang terlambat membayar iuran dapat mengalami nonaktif status keanggotaan jika tunggakan mencapai 2 tahun atau 24 bulan.

Denda Bagi Peserta JKN yang Menunggak

Selain risiko non aktif status kepesertaan, peserta JKN yang menunggak iuran juga dikenakan denda yang signifikan. Denda ini berlaku jika dalam 45 hari sejak status kepesertaan aktif kembali, peserta menggunakan pelayanan rawat inap di rumah sakit. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2024, denda yang dikenakan adalah sebesar 5 persen dari biaya paket INA CBGs dikalikan dengan jumlah bulan tunggakan. Namun, BPJS Kesehatan membatasi bulan tunggakan yang dikenai denda hingga maksimal 12 bulan dengan besaran denda tidak melebihi Rp 20 juta.


Ketentuan Khusus dan Pengecualian

Terdapat beberapa ketentuan khusus terkait denda jika menunggak pembayaran iuran BPJS:

  1. Peserta yang melunasi tunggakan dalam waktu 45 hari sejak status kepesertaannya diaktifkan kembali dan tidak melakukan rawat inap, tidak akan dikenakan denda.

  2. Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan PBPU Pemda tidak terkena ketentuan denda ini.

  3. Saat ini jumlah peserta BPJS Kesehatan non-aktif telah mencapai 58 juta orang pada Juni 2024. Hal ini menunjukkan pentingnya BPJS Kesehatan untuk

  4. fokus pada akuisisi peserta baru, retensi, dan reaktivasi peserta yang non-aktif.


Peserta JKN diimbau untuk secara aktif memeriksa status kepesertaannya melalui berbagai saluran komunikasi yang disediakan oleh BPJS Kesehatan, seperti mobile JKN, call center 165, Chika, dan media sosial resmi. Hal ini penting agar peserta dapat menghindari risiko tidak terduga saat membutuhkan pelayanan kesehatan di masa mendatang.

Cara Membayar Iuran BPJS

Untuk mempermudah peserta dalam membayar iuran BPJS Kesehatan, berikut beberapa cara yang dapat dilakukan:

  • Aplikasi Mobile JKN

    1. Unduh aplikasi Mobile JKN dari App Store atau Google Play Store.

    2. Masuk ke aplikasi dan lakukan log in.

    3. Pilih menu “Pendaftaran Auto Debit” dan ikuti langkah-langkahnya untuk mendaftarkan rekening bank atau non-bank Anda.



  • Dompet Digital

    1. Gunakan aplikasi dompet digital seperti GoPay atau OVO.

    2. Buka aplikasi, pilih menu “Tagihan” atau “Bayar Tagihan” lalu cari “BPJS Kesehatan”.

    3. Masukkan nomor virtual account Anda dan ikuti petunjuk selanjutnya untuk menyelesaikan pembayaran.

  • Minimarket

    1. Kunjungi minimarket seperti Indomaret atau Alfamart terdekat.

    2. Informasikan kepada staf bahwa Anda ingin melakukan pembayaran iuran BPJS Kesehatan.

    3. Berikan nomor identitas peserta BPJS Kesehatan Anda kepada staf untuk proses pembayaran.


Dengan pemahaman yang baik mengenai ketentuan dan denda yang berlaku, peserta JKN dapat mengelola keanggotaannya dengan lebih efektif dan memastikan perlindungan kesehatan yang optimal bagi diri dan keluarganya.

Pos terkait