Syarat Balik Nama Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Terbaru, Segini Biayanya

Syarat Balik Nama Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Terbaru, Segini Biayanya

Syarat Balik Nama Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Terbaru, Segini Biayanya

Balik Nama Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) adalah proses administratif yang dilakukan untuk mengganti nama pemilik atau wajib pajak pada dokumen PBB setelah terjadinya perubahan kepemilikan properti, seperti melalui transaksi jual beli, warisan, atau hibah. Proses ini dimulai dengan pengajuan permohonan balik nama ke kantor pajak setempat oleh pemilik baru properti. Dokumen-dokumen yang diperlukan untuk pengajuan ini biasanya meliputi sertifikat tanah, akta jual beli, identitas pemilik baru, dan dokumen pendukung lainnya yang relevan.


Setelah semua dokumen lengkap dan permohonan diajukan, petugas pajak akan melakukan verifikasi terhadap keabsahan dokumen dan kebenaran data yang disampaikan. Proses verifikasi ini penting untuk memastikan bahwa perubahan kepemilikan properti tercatat dengan benar dalam sistem perpajakan. Selain itu, perubahan data wajib pajak ini juga memastikan bahwa pemberitahuan dan tagihan pajak bumi dan bangunan dikirimkan ke pemilik yang tepat, sehingga pemungutan pajak dapat dilakukan dengan efektif dan akurat.

Syarat Balik Nama Pajak Bumi dan Pembangunan (PBB)

Adapun syarat untuk balik nama Pajak Bumi dan Pembangunan (PBB), sebagai berikut;

  • Fotokopi KK

  • Fotokopi KTP

  • Foto objek pajak

  • NPWP

  • Fotokopi BPHT SPT PBB setahun terakhir yang sudah lunas


  • Gambar Lokasi objek pajak atau denah situasi

  • Fotokopi akta jual beli (AJB)

Cara Mengurus Balik Nama Pajak Bumi dan Pembangunan (PBB)

Adapun tata cara mengurus balik nama pajak bumi dan bangunan :

  1. Memasukkan data diri permohonan yang ada di kecamatan

  2. Memasukkan formulir Surat Pemberitahuan Objek Pajak (SPOP) serta Lampiran Surat Pemberitahuan Objek Pajak (LSPOP)

  3. Masukkan berkas – berkas yang dibutuhkan, seperti fotocopy KK, fotokopi KTP, NPWP, fotokopi SPT PBB setahun terakhir yang sudah lunas, serta berkas – berkas yang lain

  4. Jika berkas sudah diserahkan, anda bisa menunggu proses pencetakan lembar PBB yang baru. Jangka waktu proses pencetakan berbeda – beda pada setiap daerah. Biasanya estimasi seminggu hingga dua bulan

  5. Pengambilan SPPT PBB baru di loket kecamatan UPPD atau di ketua RT setempat jika proses pembayaran tiba.


Biaya Balik Nama Pajak dan Pembangunan (PBB)

Merujuk pada laman resmi SIPP Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (menpan.go.id), proses balik nama Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tidak dipungut biaya alias gratis. Hal ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mempermudah dan mempercepat pelayanan administrasi kepada masyarakat, serta mengurangi beban biaya yang harus ditanggung oleh warga dalam pengurusan dokumen penting terkait properti mereka.

Proses balik nama Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) adalah langkah penting untuk memastikan kepemilikan properti tercatat dengan benar dalam sistem perpajakan. Mengingat pentingnya proses ini, pemilik baru properti disarankan untuk segera mengajukan permohonan balik nama setelah terjadi perubahan kepemilikan. Dengan demikian, tagihan pajak akan dikirimkan ke alamat yang benar, menghindari kemungkinan denda akibat keterlambatan pembayaran. Pemerintah telah mempermudah prosedur ini dengan menggratiskan biaya administrasi, sehingga tidak ada alasan untuk menunda-nunda pengurusannya. Kesadaran dan kepatuhan dalam mengurus balik nama PBB tidak hanya bermanfaat bagi pemilik properti, tetapi juga membantu pemerintah dalam menjaga akurasi data dan meningkatkan efektivitas pemungutan pajak.


Pos terkait