Dampak Negatif dan Bahaya Fluoride Pada Pasta Gigi Anak

oleh
Dampak Negatif dan Bahaya Fluoride Pada Pasta Gigi Anak

Domainjava.com – Masih menggunakan pasta gigi dengan kandungan fluoride untuk si kecil? Saat ini mulai berhenti untuk menggunakan pasta gigi atau odol dengan kandungan fluoride. Pasalnya, ada dampak negatif dan bahaya fluoride pada pasta gigi anak.

Kesehatan gigi anak memang harus diperhatikan sejak dini. Salah satunya dengan membiasakan kebiasaan rutin menggosok gigi sedari dini. Para orang tua sudah harus membiasakan menyikat gigi anaknya setiap hari, yakni dua hari sekali usai sarapan pagi dan sebelum tidur malam.

Tak hanya mengarahkan si kecil untuk sikat gigi secara rutin, namun sebagai orang tua perlu untuk memilih pasta gigi yang tepat untuk mereka. Salah satunya dengan memilih pasta gigi dengan kandungan bebas fluoride.

Sebagaimana diketahui, odol atau pasta gigi di Indonesia adalah bahan pembersih gigi yang digunakan untuk menyikat gigi. Pasta gigi sendri dibuat dengan bahan-bahan kimia, di antaranya kalsium, pewarna, perasa, fluoride, detergen, dan triclosan.

Kandungan bahan pasta gigi itu tentu taka man jika dipakai secara berlebihan, terutama untuk si kecil. Khususnya adalah kandungan fluoride dalam pasta gigi yang ternyata memiliki bahaya untuk anak-anak.

Meski begitu, fluoride sebenarnya mempunyai banyak manfaat yakni dapat menjaga kekuatan gigi, melapisi struktur gigi, sehingga tahan akan proses pembusukan. Selain itu, fluoride bisa membantu mengeraskan enamel gigi, agar tak mudah berlubang.

ilusrasi anak sikat gigi

Namun, kandungan fluoride harus diwaspadai ayah dan bunda untuk diberikan kepada si kecil. Lantas mengapa pasta gigi untuk anak harus bebas dari kandungan fluoride? Apa dampak negative dan bahaya fluoride dalam pasta gigi anak?

Untuk mengetahui jawabannya bisa menyimak penjelasan lebih lanjut di Balitteknologi, yang telah dirangkum dari berbagai sumber terpercaya.

Bahaya Fluoride Pada Pasta Gigi Anak, Ini Dampaknya

Kandungan fluoride dalam pasta gigi tak dianjurkan untuk digunakan anak-anak, mengapa? Simak penjelasan dampak negatif dan bahaya fluoride dalam pasta gigi anak-anak.

  1. Fluorosis Gigi

Dilansir dari CDC atau Centers for Disease Contreol and Prvention, bahaya fluoride dalam pasta gigi anak jika dalam jangka waktu panjang di anak usia 8 tahun bawah, akan berisiko menyebabkan fluorosis gigi.

Hal ini juga termasuk jika kandungan fluoride tertelan oleh anak. Apa itu fluorosis gigi? Fluorosis gigi ditandai dengan adanya bercak putih kecil atau garis-garis di enamel gigi.

Perubahan warna gigi pada anak ini tentu dapat menurunkan kepercayaan diri penampilan anak. Mungkin terdengar sangat sepele, namun fluorosis gigi bisa berkembang semakin parah. Lantaran bisa menyebabkan enamel gigi berubah jadi bintik hitam juga lubang di gigi.

  1. Masalah Tiroid

Dampak negatif fluoride dalam pasta gigi anak juga dapat mengganggu fungsi tiroid, dilansir dari jurnal Scientific Reports. Paparan fluoride bisa membuat kelenjar paratiroid rusak. Hal ini jika terpapar dalam jumlah tinggi bisa mengakibatkan hiperpartiroidisme, di mana melibatkan sekresi hormone paratiroid secara tak terkontrol.

Masalah tiroid bisa mengakibatkan penipisan kalsium di struktur tulang, dan konsentrasi kalsium lebih tinggi dari normal di dalam darah. Hal ini bisa membuat anak-anak lebih rentang terhadap patah tulang.

ilustrasi sikat gigi

  1. Skeletal Fluorosis

Dalam jurnal Current Environtmental Health Reports, bahaya fluoride di pasta gigi jika dikonsumsi secara berlebihan dapat menyebabkan fluorosis tulang atau skeletal fluorosis.

Hal ini merupakan kondisi kerusakan di tulang dan persendian imbas paparan fluoride berlebihan. Kondisi ini biasanya ditandai dengan rasa nyeri atau sakit di sendi dan kekakuan.

Kandungan fluoride berlebihan di dalam tubuh bisa membuat tulang mengeras dan kurang elastic. Hal ini bisa menyebabkan tulang akan menebal dan jaringan di tulang menumpuk. Hingga akhirnya aka menyebabkan gangguan mobilitas sendi.

  1. Masalah Neurologis

Kandungan ini disebut sebagai racun saraf yang dapat berbahaya untuk perkembangan anak, bersamaan dengan 10 bahan kimia industry lain. Bahan kimia itu termasuk arsenic, timbale, toluene, dan metilmerkuri.

Jika terlalu banyak terpapar fluoride sebelum lahir, maka bisa menyebabkan kemampuan kognitif yang lebih buruk untuk masa depan. Paparan fluoride yang tinggi dihubungkan dengan skor lebih rendah pada tes IQ.

Setelah mengetahui bahayanya, pastikan ayah dan bunda untuk lebih hati-hati dan selektif memilih pasta gigi untuk anak yang aman ya. Semoga informasi ini dapat membantu.

Baca Juga: