Doa Nabi Ismail Dalam Al-Qur’an Agar Allah Terima Amalnya

oleh
Doa Nabi Ismail Dalam Al-Qur’an Agar Allah Terima Amalnya

Doa Nabi Ismail – Nabi Ismail adalah salah satu nabi dari 25 nama nabi da Rosul yang wajib diimani oleh ummat muslim. Beliau adalah putra dari Nabi Ibrahim As dan Siti Hajar. Nabi Ismail juga merupakan sebagai nabi dan rasul yang diberi wahyu oleh Allah SWT dan memiliki tugas untuk menyampaikan ajaran-Nya kepada umat manusia.

Menurut sejarah, Nabi Ismail dianggap sebagai bapak dari suku Arab dan keturunan yang dijanjikan Allah SWT kepada Nabi Ibrahim. Nabi Ismail sangat dimuliakan ummat islam yakni sebagai salah satu nabi yang memiliki tempat penting dalam sejarah dan ajaran agama Islam.

Seperti para nabi dan rasul lainnya, Nabi Ismail juga memiliki doa-doa yang tercatat dalam kitab suci Al-Quran dan sampai saat ini masih populer dikalangan ummat muslim untuk dijadikan amalan.

Selengkapnya terkait beragam doa nabi Ismail As hanya dapat disimak diartikel Domainjava.com.

Beberapa Doa Nabi Ismail Yang Populer Dikalangan Ummat Islam

Beberapa Doa Nabi Ismail Yang Populer Dikalangan Ummat Islam

Setiap nabi dan rasul dalam agama Islam memiliki doa-doa yang tercatat dalam kitab suci Al-Quran dan sumber-sumber keagamaan lainnya. Doa-doa tersebut merupakan ungkapan dari kerendahan hati, permohonan dan kebutuhan dalam menjalankan dakwah atas izin dan perintah Allah SWT.

Tidak ubahnya seperti Nabi Ismail As tentunya memiliki doa yang kerap kali dibaca bahkan termaktub di dalam Al-Qur’an, hingga saat ini doa tersebut masih di dawamkan oleh sebagian ummat islam.

Doa Nabi Ismail Ketika Akan Disembelih

Dalam sejarah Islam diceritakan bahwa ketika Nabi Ibrahim akan menyembelih Nabi Ismail atas perintah Allah SWT. Keduanya sama-sama berserah diri kepada kehendak Allah dan mendoakan agar kehendak-Nya terlaksana.

Nabi Ibrahim, yang sangat taat dan patuh kepada perintah Allah, mempersiapkan segala sesuatunya untuk melaksanakan perintah tersebut. Nabi Ismail juga bersedia untuk dipersembahkan sebagai kurban dan tidak mengeluh atau menolak perintah tersebut.

Namun, ketika Nabi Ibrahim bersiap untuk menyembelih Nabi Ismail, Allah SWT mengirimkan malaikat Jibril untuk menggantikan Nabi Ismail dengan seekor domba yang dijadikan kurban pengganti.

Adapun bacaan doa Nabi Ismail ketika akan disembelih adalah seperti dibawah ini :

سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

Artinya :

Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sobar

Doa tersebut diabadikan dalam Al-Quran surat As-Saffat Ayat 102, Allah SWT berfirman :

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ ( الصّٰۤفّٰت : ١٠٢)

Artinya :

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. (QS. As-Saffat ayat 102)

Doa Nabi Ismail As Dalam Al-Qur’an Agar Amalannya Diterima

Doa Nabi Ismail As Dalam Al-Qur'an Agar Amalannya Diterima

Salah satu cara agar doa seorang hamba mudah diterima Allah SWT adalah dengan menghadirkan rasa Khauf dan Raja’ (rasa Takut dan Harap).

Bahkan dalam islam menghadirkan rasa takut dan harap pada saat berdoa sangat dianjurkan. Karena kedua hal tersebut dapat memperkuat iman dan meningkatkan kualitas ibadah seseorang.

Rasa takut atau khauf dalam berdoa mencerminkan rasa takut dan pengakuan atas keagungan, kebesaran, dan kekuasaan Allah SWT. Hal ini dapat memperkuat iman seseorang, serta memperkuat hubungan manusia dengan Allah SWT.

Dalam hal ini, seorang muslim menyadari bahwa hanya Allah SWT yang berkuasa atas segala sesuatu, sehingga ia harus berusaha menjalankan perintah-Nya dengan sepenuh hati dan menghindari segala sesuatu yang dapat membuat Allah SWT murka.

Sementara itu, rasa harap atau raja’ dalam berdoa mencerminkan keyakinan seseorang atas rahmat dan kasih sayang Allah SWT. Dalam hal ini, seorang muslim menyadari bahwa hanya Allah SWT yang dapat memberikan kebahagiaan dan keberhasilan dalam hidup ini.

Seorang muslim berharap kepada Allah SWT agar doa-doa dan usahanya diterima, serta dijauhkan dari segala sesuatu yang dapat membahayakan dirinya.

Menghadirkan rasa Khauf dan Raja’ agar amalannya diterima Allah SWT, sangat selaras dengan doa Nabi Ismail As yang termaktub didalam Al-Qur’an.

Adapun doa Nabi Ismail As dalam Al-Qur’an agar amalannya diterima dapat dilihat dibawah ini :

وَاِذْ يَرْفَعُ اِبْرٰهٖمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَاِسْمٰعِيْلُۗ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۗ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَآ اُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَۖ وَاَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا ۚ اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

Artinya :

(Ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan fondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), “Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang berserah diri kepada-Mu, (jadikanlah) dari keturunan kami umat yang berserah diri kepada-Mu, tunjukkanlah kepada kami cara-cara melakukan manasik (rangkaian ibadah) haji, dan terimalah tobat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.

Doa Nabi Ismail As Dalam Al-Qur’an Meminta Perlindungan

Berdasarkan ajaran agama Islam, doa meminta perlindungan kepada Allah SWT sangat dianjurkan sebagai bentuk perlindungan terhadap segala macam bentuk bahaya dan godaan dari setan dan manusia.

Setan adalah musuh besar manusia yang senantiasa berusaha memperdaya dan menggoda manusia agar menyimpang dari jalan yang benar. Oleh karena itu, dengan meminta perlindungan kepada Allah SWT, manusia diharapkan dapat terhindar dari pengaruh dan godaan setan.

Salah satu doa meminta perlindungan adalah yang dicontohkan oleh Nabi Ismail As yakni seperti dibawah ini :

وَقُلْ رَّبِّ اَعُوْذُ بِكَ مِنْ هَمَزٰتِ الشَّيٰطِيْنِ ۙ وَاَعُوْذُ بِكَ رَبِّ اَنْ يَّحْضُرُوْنِ

Artinya :

Katakanlah, “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan, dan aku berlindung (pula) kepada-Mu, ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku.

 

Baca Juga :