Dalam ajaran Islam, menuntut ilmu adalah kewajiban yang tidak dibatasi usia, status sosial, atau jenis kelamin. Islam memandang ilmu sebagai dasar dari semua kebaikan, kemajuan, dan jalan menuju kedekatan kepada Allah. Perintah untuk mencari ilmu bahkan telah disampaikan sejak turunnya wahyu pertama kepada Rasulullah ﷺ.
Table of Contents
- Perintah Menuntut Ilmu dalam Wahyu Pertama
- Ilmu: Warisan Para Nabi
- Keutamaan Menuntut Ilmu dalam Islam
- 1. Allah Mengangkat Derajat Orang Berilmu
- 2. Dimudahkan Jalannya Menuju Surga
- 3. Mendapat Pahala yang Kekal (Amal Jariyah)
- 4. Ilmu Menjaga Pemiliknya
- 5. Orang Berilmu adalah Teman para Malaikat
- Menuntut Ilmu: Kewajiban Sepanjang Hayat
- Rasulullah ﷺ bersabda:
- Ilmu Dunia dan Ilmu Akhirat
- Adab dalam Menuntut Ilmu
- Kesimpulan
Perintah Menuntut Ilmu dalam Wahyu Pertama
Allah SWT berfirman dalam wahyu pertama kepada Nabi Muhammad ﷺ:
“Iqra’” — Bacalah! (QS. Al-‘Alaq: 1)
Kata “iqra’” tidak sekadar berarti membaca teks, melainkan juga membaca alam, fenomena, serta menggali ilmu dan hikmah yang terkandung di dalamnya. Seruan ini menjadi dasar bahwa Islam sangat menjunjung tinggi aktivitas intelektual.
Sebagian besar ulama menafsirkan perintah ini sebagai panggilan awal kepada umat Islam untuk menuntut ilmu sebagai landasan iman dan amal. Tanpa ilmu, seseorang tidak dapat beribadah secara benar, tidak bisa membedakan yang hak dan batil, serta akan mudah terjerumus pada kebodohan dan kesesatan.
Ilmu: Warisan Para Nabi
Islam memandang ilmu bukan sebagai sekadar alat duniawi, tetapi sebagai warisan kenabian. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, mereka hanyalah mewariskan ilmu. Maka siapa yang mengambilnya, berarti ia telah mengambil bagian yang banyak.”
(HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
Hadis ini menjelaskan bahwa nilai ilmu lebih tinggi dari harta, karena ilmu memberi manfaat yang jauh lebih besar dan tidak akan habis dimakan waktu.
Keutamaan Menuntut Ilmu dalam Islam
Menuntut ilmu memiliki banyak keutamaan yang dijanjikan langsung oleh Allah dan Rasul-Nya. Berikut ini adalah beberapa kelebihan bagi orang-orang yang senantiasa mencari ilmu, terutama ilmu agama:
1. Allah Mengangkat Derajat Orang Berilmu
“Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”
(QS. Al-Mujadalah: 11)
Orang yang berilmu akan mendapat kedudukan tinggi di dunia dan akhirat. Mereka menjadi panutan, rujukan masyarakat, serta lebih dekat dengan petunjuk dan rahmat Allah SWT.
2. Dimudahkan Jalannya Menuju Surga
Menuntut ilmu menjadi salah satu jalan tercepat menuju surga.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan untuknya jalan menuju surga.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Ini menunjukkan bahwa usaha untuk belajar — meskipun melelahkan atau penuh rintangan — tidak akan sia-sia di sisi Allah SWT. Setiap langkah dalam proses menuntut ilmu diganjar pahala besar.
3. Mendapat Pahala yang Kekal (Amal Jariyah)
Ilmu yang diamalkan dan diajarkan akan terus memberikan pahala, bahkan setelah seseorang meninggal dunia. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”
(HR. Muslim no. 1631)
Orang yang mengajarkan ilmu, baik secara langsung maupun melalui tulisan, akan terus memperoleh pahala selama ilmu itu dimanfaatkan. Ini merupakan bentuk amal jariyah yang sangat mulia.
4. Ilmu Menjaga Pemiliknya
Tidak seperti harta yang harus dijaga, ilmu justru menjaga pemiliknya. Ilmu yang tertanam dalam hati akan membimbing perilaku, menjadi kompas moral, serta menjaga seseorang dari kesalahan.
Imam Ali bin Abi Thalib berkata:
“Ilmu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga kamu, sedangkan harta harus kamu jaga.”
Ilmu yang benar akan menjadikan seseorang lebih bijak, rendah hati, dan selalu haus akan kebenaran.
5. Orang Berilmu adalah Teman para Malaikat
Rasulullah ﷺ juga menyebutkan bahwa para penuntut ilmu dimuliakan bahkan oleh para malaikat:
“Sesungguhnya para malaikat membentangkan sayap-sayapnya karena ridha terhadap penuntut ilmu.”
(HR. Abu Dawud)
Artinya, orang yang menuntut ilmu menempuh jalan yang penuh keberkahan dan pengakuan dari makhluk-makhluk Allah yang mulia.
Menuntut Ilmu: Kewajiban Sepanjang Hayat
Islam tidak mengenal batasan usia atau status sosial dalam hal menuntut ilmu. Perintah ini berlaku bagi laki-laki dan perempuan, anak-anak maupun orang tua, kaya maupun miskin.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Menuntut ilmu adalah kewajiban atas setiap Muslim.”
(HR. Ibnu Majah)
Kata “setiap Muslim” dalam hadis ini menunjukkan sifat universal dan wajibnya ilmu bagi seluruh umat Islam. Bahkan, kewajiban ini berlaku sepanjang hayat. Selama masih hidup, seorang Muslim tidak boleh berhenti belajar.
Ilmu Dunia dan Ilmu Akhirat
Islam tidak membatasi ilmu hanya pada ilmu agama saja. Segala bentuk ilmu yang bermanfaat, membawa maslahat, dan mendekatkan diri kepada Allah termasuk ilmu yang terpuji. Baik itu ilmu kedokteran, teknologi, pertanian, ekonomi, hingga seni — semua bisa menjadi ladang pahala apabila diniatkan karena Allah dan memberi manfaat.
Namun demikian, ilmu agama tetap menjadi pondasi utama yang harus dimiliki setiap Muslim. Ilmu agama berfungsi sebagai petunjuk, pembimbing moral, dan dasar dalam mengambil keputusan.
Adab dalam Menuntut Ilmu
Dalam Islam, menuntut ilmu tidak hanya soal belajar, tetapi juga mencakup adab dan etika. Di antara adab-adab yang perlu diperhatikan adalah:
- Ikhlas karena Allah
Menuntut ilmu semata-mata untuk mencari ridha Allah, bukan untuk pamer, jabatan, atau popularitas. - Menghormati guru dan sesama pelajar
Adab terhadap guru menjadi kunci keberkahan ilmu. - Tawadhu (rendah hati)
Jangan merasa paling tahu atau merasa cukup dengan ilmu yang dimiliki. - Mengamalkan ilmu
Ilmu yang tidak diamalkan bisa menjadi beban di akhirat. - Sabar dan Istiqamah
Proses menuntut ilmu seringkali panjang dan melelahkan, maka butuh kesabaran dan ketekunan.
Kesimpulan
Menuntut ilmu dalam Islam bukan hanya kewajiban, tetapi juga kehormatan dan jalan mulia yang mengantarkan seorang hamba menuju derajat tinggi di sisi Allah SWT. Islam meletakkan ilmu sebagai fondasi utama kehidupan yang akan membimbing manusia menuju keselamatan dunia dan akhirat.
Bagi seorang Muslim, belajar adalah ibadah, dan mengajarkan ilmu adalah sedekah yang tak akan pernah habis. Maka dari itu, marilah kita menjadikan menuntut ilmu sebagai gaya hidup dan kebutuhan jiwa, bukan hanya sebagai kewajiban formal semata.
“Ilmu adalah cahaya, dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada hati yang penuh maksiat.”
— Imam Malik rahimahullah
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI dan disusun ulang berdasarkan data yang tersedia di internet. Pembaca diharapkan untuk memverifikasi informasi secara mandiri.