Jelaskan Pengertian Interaksi Sosial Menurut Para Ahli

Pengertian Interaksi Sosial Menurut Para Ahli – Pernahkah kamu menyadari bahwa kita berinteraksi dengan orang lain setiap hari? Mulai dari menyapa teman hingga berdiskusi di kelas, interaksi sosial sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan interaksi sosial itu? Yuk, kita cari tahu bersama pengertian interaksi sosial, ciri-ciri, syarat terjadinya, faktor pendorong, bentuk, hingga jenis-jenisnya!

Interaksi sosial merupakan hal yang esensial dalam kehidupan manusia. Sebagai makhluk sosial, manusia tidak dapat hidup sendiri dan sangat bergantung pada orang lain. Interaksi sosial terjadi untuk memenuhi kebutuhan, mempertahankan diri, dan melanjutkan keturunan. Dalam artikel ini, kita akan membahas pengertian interaksi sosial, faktor-faktor yang mempengaruhi, serta contoh-contoh yang relevan dalam kehidupan sehari-hari.

Pengertian Interaksi Sosial

Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok lainnya. Interaksi sosial akan terjadi apabila terdapat kontak sosial dan komunikasi, serta adanya tujuan yang jelas antarpelaku. Dalam konteks ini, setiap interaksi memiliki makna dan tujuan tertentu, yang mendorong individu untuk berpartisipasi dalam proses sosial.

Definisi Menurut Para Ahli

Interaksi sosial dapat didefinisikan sebagai hubungan timbal balik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, maupun kelompok dengan kelompok lainnya. Proses ini terjadi ketika ada kontak dan komunikasi, yang memungkinkan individu untuk saling memengaruhi. Interaksi sosial bisa berlangsung dalam suasana persahabatan maupun permusuhan, dan dapat diekspresikan melalui kata-kata, gestur, jabat tangan, atau bahasa isyarat.

  1. Encep Sudirjo dan Muhammad Nur Alif: Dalam buku Komunikasi dan Interaksi Sosial Anak (2021), mereka menyatakan bahwa interaksi sosial adalah hubungan antara individu yang saling memengaruhi.
  2. Gilin: Menurut Gilin, interaksi sosial adalah hubungan dinamis antara individu dengan individu lainnya, kelompok, atau antarkelompok, yang muncul karena manusia tidak dapat hidup tanpa orang lain.
  3. Max Weber: Weber menyatakan bahwa interaksi sosial adalah tindakan sosial yang memiliki makna, dilakukan dengan memperhitungkan keberadaan orang lain dan dapat mempengaruhi individu lain dalam masyarakat.
  4. Selo Soemardjan: Ia mendefinisikan interaksi sosial sebagai hubungan timbal balik yang terjadi antara manusia dengan berbagai aspek kehidupannya.
  5. Soerjono Soekanto: Menurut Soekanto, interaksi sosial adalah proses sosial yang berkaitan dengan cara berhubungan individu dengan kelompok untuk membangun sistem hubungan sosial.

Contoh Interaksi Sosial

Berdiskusi kelompok merupakan salah satu contoh interaksi sosial yang mencerminkan kerjasama dan komunikasi antar individu untuk mencapai tujuan bersama. Interaksi sosial bisa dilihat dalam berbagai kegiatan sehari-hari. Beberapa contohnya meliputi:

  • Tawar-menawar: Proses tawar-menawar antara pembeli dan penjual adalah contoh klasik interaksi sosial yang melibatkan negosiasi dan komunikasi.
  • Diskusi: Kegiatan diskusi antara kepala bagian dan karyawan di perusahaan menunjukkan interaksi sosial yang berkaitan dengan pengambilan keputusan.
  • Sapa Menyapa: Saling menyapa antara tetangga juga merupakan bentuk interaksi sosial yang sederhana namun penting dalam membangun hubungan baik.

Ciri-Ciri Interaksi Sosial

Berikut adalah beberapa ciri-ciri interaksi sosial yang perlu kamu ketahui:

  1. Terdapat pelaku yang lebih dari satu orang: Interaksi sosial selalu melibatkan lebih dari satu individu atau kelompok.
  2. Adanya komunikasi di antara pelaku: Komunikasi dilakukan melalui simbol-simbol tertentu, seperti bahasa verbal, gestur tubuh, atau isyarat.
  3. Ada dimensi waktu: Interaksi sosial melibatkan aspek masa lalu, kini, dan masa depan yang mempengaruhi perilaku dan respon individu.
  4. Tujuan tertentu: Interaksi sosial biasanya memiliki tujuan yang jelas, baik untuk menjalin hubungan, bertukar informasi, maupun mencapai kesepakatan.

Syarat Terjadinya Interaksi Sosial

Interaksi sosial dapat terjadi jika memenuhi dua syarat, yaitu kontak sosial dan komunikasi. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai syarat tersebut.

1. Kontak Sosial

Kontak sosial merupakan unsur penting dalam interaksi sosial. Secara umum, kontak sosial adalah upaya untuk menjalin hubungan antara satu pihak dengan pihak lainnya. Kontak sosial tidak hanya sebatas fisik, tetapi juga mencakup komunikasi nonverbal seperti kontak mata dan gestur tubuh.

Kontak sosial dibedakan menjadi dua jenis:

  • Kontak sosial primer: Terjadi secara langsung, seperti tatap muka.
  • Kontak sosial sekunder: Terjadi secara tidak langsung atau memerlukan media penghubung, seperti telepon, chatting, atau melalui orang lain.

2. Komunikasi

Komunikasi adalah proses penyampaian dan penerimaan pesan dari satu pihak ke pihak lainnya. Komunikasi menjadi jembatan yang menghubungkan pikiran, perasaan, dan ide antar individu. Melalui komunikasi, kita dapat berbagi informasi, membangun kerjasama, serta memperkuat hubungan sosial.

Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial

Bentuk interaksi sosial terbagi menjadi tiga kategori utama:

1. Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif

Interaksi sosial asosiatif mengarah pada persatuan atau kesatuan. Ditandai dengan kerjasama, saling pengertian, dan saling membantu. Contoh bentuk interaksi ini meliputi:

  • Kerja Sama: Kegiatan bersama untuk mencapai tujuan bersama, seperti kerja kelompok dan gotong royong.
  • Asimilasi: Pencampuran dua atau lebih kebudayaan yang berbeda menjadi satu kebudayaan baru.
  • Akulturasi: Perpaduan dua atau lebih budaya yang berbeda tanpa menghilangkan ciri budaya asli.

2. Bentuk Interaksi Sosial Disosiatif

Interaksi sosial disosiatif mengarah pada perpecahan atau pertentangan, ditandai dengan persaingan, konflik, dan permusuhan. Beberapa contohnya adalah:

  • Persaingan (kompetisi): Proses di mana individu atau kelompok berusaha mencapai tujuan yang sama dengan cara yang lebih baik.
  • Kontravensi: Ketidaksepakatan atau perbedaan pendapat antara individu atau kelompok.
  • Pertentangan (konflik): Proses sosial yang disertai paksaan atau kekerasan dalam mencapai tujuan.

3. Bentuk Interaksi Sosial Akomodatif

Akomodasi adalah upaya meredakan konflik dan mencapai kesepakatan di antara pihak-pihak yang bertikai. Beberapa jenis interaksi sosial akomodatif meliputi:

  • Kompromi: Usaha meredakan masalah antara dua pihak melalui pengurangan tuntutan.
  • Konsiliasi: Usaha mempertemukan keinginan kedua belah pihak yang berkonflik.
  • Arbitrase: Penyelesaian konflik dengan melibatkan pihak ketiga yang berwenang.
  • Mediasi: Penyelesaian konflik dengan bantuan pihak ketiga yang netral.
  • Koersi: Akomodasi yang dilakukan dengan menggunakan paksaan atau ancaman.
  • Ajudikasi: Penyelesaian masalah melalui jalur hukum.

Faktor Pendorong Interaksi Sosial

Interaksi sosial adalah proses yang dinamis dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Berikut ini beberapa faktor pendorong terjadinya interaksi sosial:

  1. Imitasi: Tindakan meniru perilaku orang lain. Contohnya, remaja mengikuti gaya berpakaian idolanya.
  2. Sugesti: Pengaruh pendapat atau ide seseorang terhadap orang lain, seperti iklan yang mempengaruhi keputusan konsumen.
  3. Identifikasi: Dorongan untuk menjadi sama atau mirip dengan orang lain, meningkatkan rasa memiliki dalam kelompok.
  4. Simpati: Perasaan tertarik pada orang lain, yang dapat memunculkan perasaan emosional.
  5. Empati: Kemampuan untuk memahami dan merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain.

Jenis-Jenis Interaksi Sosial

Interaksi sosial memiliki beberapa jenis yang mencerminkan berbagai konteks dan hubungan:

  1. Interaksi sosial individu dengan individu: Terjadi secara langsung antara dua orang. Contohnya adalah percakapan antara teman.
  2. Interaksi sosial individu dengan kelompok: Terjadi antara satu orang dengan sekelompok orang, seperti presentasi di depan kelas.
  3. Interaksi sosial kelompok dengan kelompok: Terjadi antara dua kelompok atau lebih, seperti debat antara organisasi mahasiswa.

Hubungan Antara Interaksi Sosial dan Media Sosial

Interaksi sosial dan media sosial adalah dua konsep yang saling terkait dalam dunia modern. Keduanya memainkan peran penting dalam membentuk cara kita berkomunikasi, berinteraksi, dan membangun hubungan satu sama lain. Berikut adalah penjelasan mengenai hubungan antara interaksi sosial dan media sosial.

Interaksi sosial merujuk pada hubungan timbal balik antara individu atau kelompok. Ini dapat terjadi secara langsung (tatap muka) maupun tidak langsung (melalui media). Interaksi sosial mencakup berbagai bentuk komunikasi, baik verbal maupun nonverbal, dan memiliki tujuan yang berbeda-beda, seperti berbagi informasi, menjalin persahabatan, atau menyelesaikan konflik.

Media sosial adalah platform online yang memungkinkan pengguna untuk membuat, berbagi, dan berinteraksi dengan konten. Contoh media sosial termasuk Facebook, Twitter, Instagram, TikTok, dan LinkedIn. Media sosial telah merevolusi cara kita berkomunikasi, memungkinkan individu untuk terhubung dengan orang lain di seluruh dunia, berbagi pemikiran, dan menjalin hubungan baru.

  1. Mediatisasi Interaksi: Media sosial menyediakan saluran baru untuk interaksi sosial. Melalui platform ini, pengguna dapat berkomunikasi dengan orang lain tanpa batasan geografis. Ini mengubah cara interaksi sosial berlangsung, dari yang tradisional ke bentuk yang lebih digital.
  2. Peningkatan Aksesibilitas: Media sosial memungkinkan individu untuk terhubung dengan banyak orang secara simultan. Ini menciptakan peluang baru untuk interaksi sosial yang sebelumnya tidak mungkin, seperti mengikuti kelompok atau komunitas dengan minat yang sama, terlepas dari lokasi.
  3. Perubahan dalam Bentuk Komunikasi: Media sosial memengaruhi cara kita berkomunikasi. Gaya komunikasi yang digunakan di platform media sosial seringkali lebih santai dan informatif. Penggunaan emoji, GIF, dan meme juga menjadi bagian dari interaksi sosial di dunia maya, menciptakan nuansa baru dalam berkomunikasi.
  4. Interaksi yang Beragam: Media sosial mendukung berbagai bentuk interaksi sosial, termasuk diskusi, kolaborasi, dan dukungan emosional. Pengguna dapat berbagi pengalaman, berdiskusi tentang isu terkini, atau memberikan dukungan kepada teman-teman dalam keadaan sulit.
  5. Dampak pada Hubungan Sosial: Meskipun media sosial dapat meningkatkan konektivitas, ada juga tantangan yang muncul. Misalnya, interaksi di media sosial sering kali tidak sama dengan interaksi tatap muka, yang dapat mempengaruhi kedalaman hubungan. Selain itu, masalah seperti cyberbullying, misinformasi, dan ketergantungan pada media sosial dapat mengganggu kualitas interaksi sosial.
  6. Pembangunan Identitas Sosial: Media sosial memberikan platform bagi individu untuk membangun dan mengekspresikan identitas mereka. Pengguna dapat memposting konten yang mencerminkan nilai dan kepribadian mereka, yang berkontribusi pada cara orang lain melihat mereka.

Interaksi sosial dan media sosial saling melengkapi dalam membentuk dinamika hubungan antarmanusia. Media sosial tidak hanya memfasilitasi interaksi sosial, tetapi juga mengubah cara kita berkomunikasi dan membangun hubungan. Dalam dunia yang semakin terhubung ini, penting bagi kita untuk memahami bagaimana kedua aspek ini berinteraksi dan dampaknya terhadap kehidupan sosial kita. Meskipun media sosial menawarkan banyak manfaat, kesadaran akan tantangan yang mungkin muncul juga perlu diperhatikan untuk menjaga kualitas interaksi sosial yang sehat.

Kesimpulan

Interaksi sosial adalah bagian integral dari kehidupan kita, membentuk hubungan dan memengaruhi berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Dengan memahami pengertian, ciri-ciri, syarat, faktor pendorong, bentuk, dan jenis-jenis interaksi sosial, kita dapat lebih menghargai dinamika hubungan antarindividu dan kelompok. Melalui interaksi yang konstruktif, kita dapat membangun masyarakat yang lebih harmonis dan berdaya.