Kapur Barus, umumnya dikenal sebagai kamper, adalah suatu zat yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam mencegah kelembaban pada tempat-tempat tertutup seperti lemari. Jika Anda pernah memperhatikan, kapur barus yang diletakkan di dalam lemari akan lama kelamaan menyusut dan akhirnya habis. Peristiwa ini merupakan salah satu fenomena yang menarik dan memiliki penjelasan ilmiah sendiri.
Peristiwa menghilangnya kapur barus dalam lemari merupakan contoh dari proses sublimasi. Sublimasi adalah perubahan wujud zat dari padat langsung menjadi gas tanpa melewati fase cair. Dalam kasus ini, kapur barus berwujud padat berubah menjadi gas ketika diserap oleh udara dalam lemari. Perubahan ini terjadi lama-kelamaan sehingga tampak seperti kapur barus ‘menghilang’ atau habis.
Proses ini terjadi karena kapur barus memiliki tekanan uap yang cukup tinggi di suhu kamar, yang berarti molekul-molekul pada permukaan kapur barus dapat dengan mudah berpindah ke fase gas. Selain itu, lemari yang sering ditutup dan jarang dibuka menciptakan lingkungan yang stabil dan ideal untuk sublimasi terjadi.
Ketika gas kapur barus menyatu dengan udara di dalam lemari, ia membantu dalam menyerap kelembaban dan mencegah pembentukan jamur atau kutu. Di sisi lain, proses ini juga membantu dalam memberikan aroma segar pada pakaian atau barang-barang lainnya yang disimpan dalam lemari.
Jadi, hilangnya kapur barus dalam lemari bukanlah suatu misteri, tetapi peristiwa ilmiah yang biasa terjadi dan memiliki fungsi penting dalam menjaga kelembaban dan aroma lemari. Namun, penting untuk diingat bahwa kapur barus perlu diganti secara berkala untuk memastikan efektivitasnya.