Perhitungan Weton Kalender Jawa Beserta Maknanya Lengkap

Perhitungan Weton Kalender Jawa – Kalender Jawa adalah sistem penanggalan tradisional yang digunakan oleh masyarakat Jawa, Indonesia, yang memiliki sejarah panjang dan kaitan erat dengan kebudayaan Jawa. Kalender ini tidak hanya berfungsi sebagai penanggalan waktu, tetapi juga memiliki makna filosofis dan spiritual yang dalam, terutama dalam konteks perhitungan weton dan hari baik untuk melakukan berbagai kegiatan.

Kalender Jawa terdiri dari dua sistem utama, yaitu tahun Saka dan wuku, yang digunakan untuk menentukan waktu dalam konteks sosial dan keagamaan. Perhitungan weton dalam kalender Jawa berkaitan dengan hari lahir seseorang yang dihitung berdasarkan hari dalam minggu (Senin, Selasa, Rabu, dst.) dan pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Kombinasi antara hari dan pasaran ini akan menghasilkan perhitungan yang lebih mendalam mengenai karakteristik seseorang serta hari baik dan buruk.

Makna weton dalam kalender Jawa sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang Jawa mempercayai bahwa weton dapat memengaruhi kehidupan seseorang, termasuk nasib, kesehatan, rejeki, dan hubungan dengan orang lain. Oleh karena itu, weton sering kali digunakan untuk memilih waktu yang tepat dalam melaksanakan pernikahan, pindah rumah, atau memulai usaha.

Pada dasarnya, kalender Jawa juga memiliki pengaruh dalam praktik keagamaan dan budaya Jawa. Berbagai upacara adat dan ritual spiritual sering kali disesuaikan dengan tanggal-tanggal dalam kalender ini, yang bertujuan untuk mencapai keharmonisan dengan alam dan kehidupan sosial.

Secara keseluruhan, kalender Jawa tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk mencatat waktu, tetapi juga sebagai sarana untuk memahami hubungan antara manusia, alam, dan kekuatan spiritual. Pembahasan lebih lanjut mengenai perhitungan weton dan maknanya akan memberikan wawasan lebih dalam tentang kekayaan budaya dan filosofi yang terkandung dalam sistem penanggalan ini.

Apakah kamu tertarik mendalami perhitungan weton lebih lanjut atau ada hal lain yang ingin diketahui tentang kalender Jawa? Yuk simak selengkapnya dibawah ini.

Kalender Jawa dan Weton: Panduan Lengkap dalam Kehidupan Masyarakat Jawa

Kalender Jawa adalah sistem penanggalan yang digunakan oleh masyarakat Jawa sejak zaman kerajaan Hindu-Buddha hingga kini. Kalender ini memiliki keunikan tersendiri karena merupakan perpaduan dari sistem kalender Islam, Hindu, dan Julian. Salah satu aspek penting dalam kalender Jawa adalah weton, yaitu perhitungan hari lahir berdasarkan kombinasi hari pasaran dan hari dalam seminggu.

Weton tidak hanya digunakan untuk mengetahui hari kelahiran seseorang, tetapi juga memiliki peran penting dalam berbagai aspek kehidupan, seperti perhitungan jodoh, rezeki, watak, hingga pemilihan hari baik untuk acara tertentu. Artikel ini akan mengulas secara lengkap tentang kalender Jawa dan makna dari weton dalam kehidupan masyarakat.

Sejarah Kalender Jawa

Kalender Jawa diperkenalkan oleh Sultan Agung dari Kesultanan Mataram pada tahun 1633 Masehi. Sebelum adanya kalender Jawa, masyarakat menggunakan kalender Saka yang berasal dari India. Sultan Agung kemudian melakukan modifikasi dengan mengadopsi sistem penanggalan Hijriyah, namun tetap mempertahankan unsur budaya lokal, yaitu sistem pasaran.

Kalender Jawa terdiri dari:

  1. Siklus Mingguan (Hari dalam Seminggu)
    • Senin
    • Selasa
    • Rabu
    • Kamis
    • Jumat
    • Sabtu
    • Minggu
  2. Siklus Pasaran (Hari dalam Pasaran Jawa)
    • Legi
    • Pahing
    • Pon
    • Wage
    • Kliwon

Dari kombinasi kedua siklus ini, terdapat 35 kombinasi weton yang digunakan untuk berbagai keperluan dalam budaya Jawa.

Makna dan Perhitungan Weton

Weton dihitung berdasarkan jumlah neptu, yaitu nilai numerik dari setiap hari dalam seminggu dan pasaran Jawa. Berikut adalah tabel nilai neptu:

HariNeptuPasaranNeptu
Senin4Legi5
Selasa3Pahing9
Rabu7Pon7
Kamis8Wage4
Jumat6Kliwon8
Sabtu9
Minggu5

Contohnya, jika seseorang lahir pada Jumat Kliwon, maka neptunya adalah:

  • Jumat (6) + Kliwon (8) = 14

Neptu ini kemudian digunakan dalam berbagai keperluan, seperti mencari kecocokan jodoh atau menentukan hari baik untuk acara tertentu.

Weton dan Karakter Seseorang

Dalam budaya Jawa, weton dipercaya dapat mencerminkan karakter seseorang. Berikut adalah beberapa contoh makna weton:

  1. Weton dengan Neptu Rendah (7-12)
    • Biasanya memiliki sifat lembut, sabar, dan penuh kasih sayang.
    • Contoh: Senin Wage (4+4=8), Selasa Pon (3+7=10).
  2. Weton dengan Neptu Sedang (13-17)
    • Memiliki keseimbangan antara logika dan emosi.
    • Contoh: Rabu Legi (7+5=12), Jumat Pon (6+7=13).
  3. Weton dengan Neptu Tinggi (18-25)
    • Cenderung memiliki jiwa pemimpin dan ambisi tinggi.
    • Contoh: Sabtu Kliwon (9+8=17), Minggu Pahing (5+9=14).

Weton dan Kecocokan Jodoh

Dalam budaya Jawa, weton juga digunakan untuk menentukan kecocokan jodoh. Perhitungan kecocokan ini dikenal dengan metode pitungan jodoh, di mana jumlah neptu kedua pasangan dihitung dan dicocokkan dengan nilai tertentu.

Hasil Neptu PasanganMakna
7, 14, 21, 28Jodoh baik, harmonis.
8, 15, 22, 29Perlu usaha lebih agar langgeng.
9, 16, 23, 30Rentan konflik, harus saling mengalah.
10, 17, 24, 31Bisa langgeng jika ada toleransi.

Jika hasil neptu menunjukkan kecocokan yang kurang baik, masyarakat Jawa biasanya melakukan ritual ruwatan atau doa khusus agar hubungan tetap harmonis.

Weton dan Hari Baik untuk Acara Penting

Selain untuk jodoh, weton juga digunakan dalam menentukan hari baik untuk acara seperti pernikahan, pindah rumah, memulai usaha, dan lainnya. Beberapa contoh hari baik dalam budaya Jawa berdasarkan weton:

  • Pernikahan: Hari yang memiliki jumlah neptu 14 atau 21 dianggap baik.
  • Membuka Usaha: Hari dengan pasaran Pon atau Kliwon dipercaya membawa rezeki.
  • Pindah Rumah: Hari Selasa atau Jumat dengan pasaran Legi atau Pahing sering dipilih.

Kesimpulan

Kalender Jawa dan weton merupakan bagian penting dari budaya masyarakat Jawa yang masih dipraktikkan hingga saat ini. Weton tidak hanya berfungsi sebagai sistem penanggalan, tetapi juga sebagai panduan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menentukan karakter, kecocokan jodoh, hingga memilih hari baik untuk berbagai keperluan.

Meskipun banyak yang menganggapnya sebagai tradisi kuno, nyatanya banyak masyarakat yang masih percaya dan menggunakan sistem ini dalam kehidupan modern. Dengan memahami weton dan kalender Jawa, kita dapat lebih menghargai dan melestarikan kearifan lokal yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Penulis : Admin DomainJava.com