## Tokoh yang Mengganti Istilah “Rights of Man” dengan “Human Rights” adalah Eleanor Roosevelt
Istilah “hak asasi manusia” atau “human rights” yang kita kenal sekarang mengalami evolusi dalam sejarahnya. Awalnya, konsep ini dikenal sebagai “rights of man” atau “hak-hak manusia”. Transformasi istilah ini tidak hanya sekadar perubahan kata, tetapi juga menggambarkan perubahan pemahaman tentang hak-hak dasar yang dimiliki oleh setiap individu tanpa diskriminasi. Salah satu tokoh penting yang berperan dalam mengganti istilah “rights of man” menjadi “human rights” adalah Eleanor Roosevelt.
### Eleanor Roosevelt dan Perubahan Istilah
Eleanor Roosevelt, seorang tokoh politik, diplomat, dan aktivis hak asasi manusia dari Amerika Serikat, memainkan peran penting dalam perkembangan dan penerimaan istilah “human rights”. Sebagai ketua Komisi Hak Asasi Manusia PBB, ia memimpin penyusunan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia yang diadopsi oleh Majelis Umum PBB pada 10 Desember 1948.
### Peran Eleanor Roosevelt
1. **Pemimpin dalam Komisi Hak Asasi Manusia:**
Eleanor Roosevelt terpilih sebagai ketua Komisi Hak Asasi Manusia pada tahun 1946. Dalam peran ini, ia memimpin penyusunan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, sebuah dokumen penting yang menetapkan standar internasional untuk hak-hak dasar yang harus dihormati dan dilindungi oleh semua negara.
2. **Advokasi untuk Terminologi Inklusif:**
Dalam proses penyusunan deklarasi, Eleanor Roosevelt dan rekan-rekannya menyadari pentingnya menggunakan istilah yang inklusif dan universal. Istilah “rights of man” dirasa kurang mencakup semua manusia, terutama perempuan. Oleh karena itu, mereka mendorong penggunaan istilah “human rights” yang lebih inklusif dan mencerminkan hak-hak semua individu tanpa memandang jenis kelamin, ras, atau latar belakang lainnya.
3. **Pengaruh Diplomatik dan Retorika:**
Eleanor Roosevelt menggunakan pengaruh diplomatiknya untuk mempromosikan istilah “human rights” dalam berbagai forum internasional. Pidato-pidatonya yang kuat dan penuh semangat membantu menyebarkan konsep ini secara luas, menjadikannya bagian dari percakapan global mengenai hak-hak asasi manusia.
### Dampak Perubahan Istilah
Perubahan dari “rights of man” menjadi “human rights” bukan hanya sekadar pergeseran terminologi. Ini mencerminkan pemahaman yang lebih luas dan inklusif tentang hak-hak yang dimiliki oleh setiap individu. Dengan istilah “human rights,” diharapkan bahwa semua orang, tanpa memandang jenis kelamin, ras, agama, atau status sosial, diakui memiliki hak yang sama.
### Penutup
Peran Eleanor Roosevelt dalam mengganti istilah “rights of man” dengan “human rights” sangatlah signifikan. Melalui kepemimpinannya dalam Komisi Hak Asasi Manusia PBB dan advokasi kuatnya, istilah ini tidak hanya menjadi lebih inklusif tetapi juga menetapkan standar internasional yang lebih adil dan manusiawi. Pengaruhnya masih terasa hingga hari ini, di mana hak asasi manusia terus menjadi landasan penting dalam perjuangan untuk keadilan dan kesetaraan di seluruh dunia.