Untuk mengidentifikasi jenis kemasan makanan awetan, kamu bisa melihat dari bahan, bentuk, fungsi, dan tingkat perlindungannya. Berikut cara mengenalinya dengan mudah:
1️⃣ Berdasarkan bahan kemasan
Perhatikan bahan yang digunakan.
Plastik → ringan, fleksibel, biasanya transparan atau semi transparan.
Contoh: kemasan keripik, makanan beku, sambal sachet.
Kaca → keras, transparan, tahan panas.
Contoh: botol saus, selai, acar.
Logam / kaleng → kuat, kedap udara dan cahaya.
Contoh: sarden, kornet.
Kertas / karton → ringan, biasanya dilapisi plastik atau aluminium.
Contoh: kotak susu, kemasan makanan ringan.
Aluminium foil → tipis, mengilap, sangat kedap udara dan cahaya.
Contoh: kopi sachet, bumbu instan.
2️⃣ Berdasarkan struktur kemasan
Dilihat dari lapisan kemasan.
Kemasan primer
Kemasan yang langsung bersentuhan dengan makanan.
Contoh: plastik pembungkus roti.
Kemasan sekunder
Kemasan yang melindungi kemasan primer.
Contoh: kotak karton berisi beberapa bungkus roti.
Kemasan tersier
Kemasan untuk penyimpanan dan distribusi.
Contoh: kardus besar untuk pengiriman.
3️⃣ Berdasarkan bentuk kemasan
Dilihat dari bentuk fisiknya.
Botol → minuman, saus
Kaleng → makanan awet seperti ikan atau daging
Sachet / pouch → bumbu, kopi, saus
Kotak → susu, sereal
4️⃣ Berdasarkan fungsi perlindungan
Lihat apakah kemasan memiliki teknologi tertentu.
Vakum → udara di dalam kemasan dihilangkan
Kedap udara (hermetis) → tidak bisa dimasuki udara atau mikroba
Kemasan aseptik → makanan dan kemasan disterilkan sebelum ditutup
✅ Kesimpulan:
Untuk mengidentifikasi jenis kemasan makanan awetan, perhatikan bahan kemasan, lapisan kemasan, bentuk kemasan, dan fungsi perlindungannya.